
OKU TIMUR – Dalam upaya memperkuat sistem manajemen dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, jajaran manajemen Puskesmas Pengandonan menghadiri kegiatan "Workshop II Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur". Acara yang berlangsung pada Selasa (19/05/2026) ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan RI dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya.
Kegiatan ini fokus pada penguatan tata kelola program yang akuntabel, mulai dari perencanaan hingga evaluasi capaian kinerja. Workshop tahap kedua ini menjadi sangat krusial karena menekankan pada implementasi praktis di lapangan dan sinkronisasi program daerah dengan standar nasional.

Dekan FKM UNSRI Prof. Dr.rer.med. Hamzah Hasyim, SKM., MKM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, karna Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dalam mengawal penguatan tata kelola di tingkat akar rumput, yaitu Puskesmas. Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggungjawab moral untuk memastikan bahwa teori dan regulasi kesehatan dapat terimplementasi dengan baik di lapangan melalui pengabdian masyarakat yang nyata.
Kepala Puskesmas Pengandonan menyampaikan bahwa partisipasi dalam workshop ini adalah komitmen nyata institusi untuk terus bertransformasi. "Tata kelola yang baik adalah fondasi utama agar setiap program kesehatan yang kami jalankan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan di wilayah kerja kami," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Beberapa poin utama yang dibahas dalam workshop ini meliputi:
1. Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)
2. Analisis masalah dan prioritas masalah (Model logical framework)
3. Penyusunan kerangka logis kegiatan program (teori dan praktik)
4. Sinkronisasi Renstra dan Renja Dinkes
5. Penyusunan rencana kesehatan di Puskesmas dan Unit kerja
Melalui pendampingan dari pakar akademisi FKM UNSRI dan praktisi dari Kemenkes, Puskesmas Pengandonan optimis dapat menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang lebih efektif. Hal ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target standar pelayanan minimal (SPM) dan memperkuat kesiapan puskesmas dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Dengan semangat kolaborasi ini, Puskesmas Pengandonan terus berupaya memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga transparan dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Dok._Admin _ PKM. Pengandonan